Proses Interview / Wawancara Kerja (Plus Tips dalam Menjalani Wawancara Kerja)


Proses interview atau wawancara kerja seperti yang sudah saya ungkapkan dalam tulisan saya sebelumnya, bahwa proses interview ini merupakan proses yang paling menentukan seorang pelamar kerja akan diterima sebagai seorang karyawan atau tidak. Karena dalam interview secara langsung inilah, perusahaan dapat menilai calon pekerja baik dari segi kepribadiannya, kemampuannya dan kesesuaian kriteria karyawan yang ditetapkan oleh perusahaan. Setelah sebelumnya saya menuliskan artikel tentang bagaimana kesiapan Anda dalam menghadapi wawancara kerja, kali ini saya akan memaparkan mengenai detil proses wawancara kerja dan bagaimana tips menghadapinya. Semoga bermanfaat.


proses-wawancara-kerja
zona bisnis

Proses Interview / Wawancara Kerja


    Dalam wawancara kerja (langsung ke intinya yah), yang dilakukan oleh perusahaan adalah mencari seorang karyawan yang mampu menangani tugas atau bisa menduduki jabatan tertentu. Dalam mencari seorang karyawan tersebut perusahaan biasanya menerapkan Sisdur (Sistem dan Prosedur) sendiri, namun secara umum, proses perekrutan karyawan dalam suatu perusahaan dapat dijelaskan dengan singkat dari bagan berikut :


proses perekrutan karyawan


     Setelah mengetahui proses perekrutan karyawan oleh sebuah perusahaan, saya kira bagan di atas sudah cukup jelas. Mungkin yang menjadi pertanyaan, kenapa ada istilah wawancara awal dan wawancara akhir? Sepanjang pengalaman saya, wawancara awal adalah proses wawancara di mana wawancara itu dilakukan oleh bagian HRD (Human Resources Development). Sehingga HRD di sini tugasnya adalah menyaring beberapa calon pekerja yang akan mendaftar ke perusahaan sebelum masuk ke proses selanjutnya. Kemudian jika wawancara akhir adalah wawancara yang dilakukan oleh Direksi, alias para petinggi perusahaan. Biasanya disinilah yang menentukan, karena nantinya para pemilik dan petinggi perusahaan itulah yang akan menilai calon pekerja yang akan bekerja di perusahaannya.

Maka dalam tulisan ini, saya akan memberikan sebuah informasi pengalaman yang mungkin bisa bermanfaat buat Anda mengenai bagaimana proses interview / wawancara kerja.

Detik Pertama Wawancara

Sebaiknya Anda mengetahui lebih dahulu apa tujuan daripada dilakukannya tes wawancara pekerjaan, apakah untuk seleksi, uji komunikasi, atau pengukuran sikap. Ada baiknya Anda mengetahui gambaran umum perusahaan, jenis pekerjaan, spesifikasi pekerjaan, uraian pekerjaan yang ditawarkan, kualifikasi karyawan yang dibutuhkan termasuk kualitas diri, dan bagaimana prosedur wawancara akan dilaksanakan.

Selain itu, perlu juga Anda ketahui siapa yang akan mewawancarai? Apakah tes wawancara pekerjaan ini hanya satu kali atau ada kelanjutannya? Semua tergantung pada prosedur yang dijalankan oleh perusahaan. Berikut adalah pihak-pihak yang berwenang melakukan tes wawancara :
  1. Calon Direktur Anda,
  2. Kepala Bagian Personalia,
  3. Manajer HRD,
  4. Ahli terapi masalah-masalah pekerjaan,
  5. Karyawan HRD yang ditunjuk.
Bisa juga pewawancara adalah gabungan pihak-pihak di atas, yakni dengan melakukan wawancara panel seperti yang sudah dibahas sebelumnya. Bisa terjadi dalam satu hari dilakukan dua kali tes wawancara, misalkan pertama adalah wawancara dengan kepala bagian personalia, kedua kemudian dilanjutkan dengan manajer HRD atau direksi. Apabila wawancara pertama berjalan dengan sukses, maka akan dilanjutkan wawancara kedua. Bisa juga jika wawancara pertama tidak berhasil, maka penawaran pekerjaan diberikan pada wawancara bagian kedua.

Perhatikan juga, kadang ada juga kasus wawancara pertama dilakukan oleh petugas resepsionis yang bekerja untuk calon direktur Anda. Di mana sesi pertama ini akan sangat obyektif dan pemeriksaan berkas-berkas Anda akan sangat ketat. Mereka akan mengajukan beberapa pertanyaan, lalu akan meluluskan Anda jika jawaban yang Anda beri benar memuaskan mereka. Kemudian baru calon direktur Anda yang mewawancarai pelamar yang telah memenuhi kriteria.

Tidak menutup kemungkinan pada saat tes wawancara pekerjaan, Anda akan disuguhi minuman. Maka jangan sungkan untuk menerima tawaran tersebut. Sebab minuman tersebut akan membantu Anda jika tenggorokan tiba-tiba terasa tercekat sehingga Anda tidak bisa melanjutkan wawancara untuk beberapa saat. Namun, perhatikan juga tata cara minum yang baik, jika minuman itu disajikan dalam cangkir, maka angkat perlahan tanpa ada bunyi denting karena bersentuhan dengan cawan, begitu juga ketika Anda meletakkannya. Apabila Anda menolak minuman tersebut maka pewawancara akan menandai perilaku tersebut sebagai isyarat kurang percaya diri.

Selama wawancara berlangsung, sebaiknya tidak menguyah permen. Sebab hal itu akan menandakan bahwa Anda tidak serius dalam mengikuti wawancara.

Proses Wawancara Kerja


Perhatikan proses wawancara penerimaan calon karyawan, seperti persiapan untuk pewawancara, pengarahan, pertukaran informasi, terminasi dan evaluasi. Berikut penjelasannya :

Persiapan Pewawancara

Sebelum memulai wawancara, pewawancara juga melakukan persiapan. Persiapan yang dilakukan antara lain penentuan sasaran wawancara, penetapan tipe wawancara dan format pertanyaan, serta pengenalan awal pelamar dengan mempelajari dokumen lamaran dari calon karyawan. Selain itu, pewawancara harus bisa menjelaskan apabila muncul pertanyaan tentang tugas-tugas pekerjaan, gaji, dan tunjangan-tunjangan, serta bidang-bidang pekerjaan lainnya dari peserta wawancara.

Maka dari itu, Anda sendiri sebagai calon karyawan harus mempersiapkan segala sesuatunya sehingg Anda terlihat seperti memiliki kilauan yang dapat menarik perhatian pewawancara. Kilauan yang dapat Anda berikan seperti; kesan pertama, penampilan, sikap serta perilaku, cara menjawab pertanyaan, isi jawaban, ekspresi, dan cara Anda mengajukan pertanyaan kepada pewawancara. Selain itu persiapkan mental Anda, buktikan kalau Anda mampu mengemban pekerjaan yang ditawarkannya. (Baca : Persiapan Mental dalam Menghadapi Wawancara Kerja)

Pertanyaan dari pewawancara seputar kualifikasi pelamar seperti ;

  1. Pendidikan dan Pelatihan,
  2. Riwayat pekerjaan dan pengalaman kerja,
  3. Ambisi dan motivasi,
  4. Minat
  5. Pengetahuan umum atau pengetahuan bidang pekerjaan,
  6. Latar belakang keluarga,
  7. Kesehatan dan penilaian diri,
  8. Harapan besarnya gaji.
Dalam mengajukan pertanyaan biasanya materi wawancara bervariasi, maka Anda jangan tampil gugup dan jawablah dengan tegas dan pasti. Berikut ini adalah contoh pertanyaan yang sering dilontarkan pewawancara dalam wawancara :

  1. Ceritakan tentang diri Anda?
  2. Ceritakan pekerjaan yang ideal bagi Saudara. Tipe pekerjaan macam apa yang Saudara inginkan?
  3. Mengapa Saudara ingin bekerja di perusahaan kami?
  4. Apakah Saudara mau ditempatkan di mana saja?
  5. Berapa gaji yang saudara harapkan? Berapa menurut Saudara gaji yang layak?
  6. Apakah sasaran karir Saudara?
  7. Sebutkan benda mati atau benda hidup untuk mewakili sepak terjang Anda? Berikan penjelasan mengapa Anda memilihnya? (Pertanyaan ini tidak semua pewawancara menanyakannya).
  8. Ceritakan pekerjaan terakhir Anda (Jika Anda sudah punya pengalaman kerja, jika tidak biasanya pewawancara tidak menanyakannya)
  9. Apa yang Saudara inginkan dalam hidup ini?
  10. Apakah Anda seseorang yang ambisius?
  11. Apakah Anda memiliki rencana melanjutkan pendidikan?

Pengarahan

Setelah wawancara dimulai tentunya diawali dengan sapaan ringan, hal ini bertujuan agar terjalin suasana rileks. Mulai saat itu, Anda bisa menciptakan sesuatu yang bermakna bagi Anda sendiri, jangan berusaha berperilaku tidak wajar seperti sandiwara. Gunakan tata krama serta patuhilah nilai kesopanan dalam berkomunikasi, karena hal itu sangat berpengaruh pada persepsi pewawancara kepada Anda.

Perhatikan juga gerak tubuh Anda, jika Anda akan mengambil berkas yang berada di meja sebaiknya mintalah izin terlebih dahulu dengan mengatakan,"Bolehkah saya mengambil berkas-berkas tersebut?". Juga pada saat Anda menggeser tempat duduk, usahakan jangan berdecit, agar hal ini tidak terjadi, lebih baik Anda angkat sedikit lalu pindahkan tempat duduk tersebut.

Pertukaran Informasi

Ini merupakan inti dari wawancara pekerjaan di mana Anda diberi kesempatan balik bertanya. Maka pergunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Buatlah pertanyaan yang rasional sehingga Anda akan dinilai kritis oleh pewawancara. Anda bisa bertanya perihal pekerjaan, misalkan mengenai tanggungjawab pekerjaan yang akan Anda pegang, atau mulai kapan Anda bisa bekerja.

Penghentian

Waktu wawancara sangatlah terbatas, pihak yang berhak menentukan lama tidaknya adalah pewawancara. Maka Anda sebagai pelamar apabila menjawab pertanyaan janganlah bertele-tele, yang penting jelas akan maksudnya.

Evaluasi

Dalam hal ini yang melakukan evaluasi tidak hanya pewawancara, tetapi Anda juga sebagai pelamar. Anda hendaknya mampu mengevaluasi diri sendiri apa yang telah dilakukan dan ucapan apa saja yang telah Anda sampaikan dalam tes wawancara pekerjaan. Jadikan itu sebagai bahan refleksi untuk mengoreksi diri. Apabila penilaian pewawancara terhadap Anda positif tentu harapan untuk diterima besar, begitupun sebaliknya.

Untuk wawancara satu-satu dilaksanakan satu hari penuh dan biasanya terdiri dari dua sesi. Kedua jenis wawancara baik wawancara panel dan satu-satu masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Wawancara satu-satu atau wawancara sehari dua sesi dengan orang berbeda relatif lebih santai daripada wawancara lebih dari dua. Sehingga pelamar pun tidak begitu merasa tertekan mentalnya, terutama bagi fresh graduate. Hasil wawancara panel ditentukan dan dilakukan oleh beberapa panelis. Dalam wawancara jenis ini sering membuat mental pelamar menjadi ciut. Namun, jika Anda mampu mengendalikan mental, tentunya kondisi itu dapat diatasi.

Namun dalam beberapa kasus, para pelamar sering kali diwawancarai oleh calon direktur sendiri. Bagi direktur yang tidak memiliki latar belakang pendidikan personalia, tentu tidak bisa mengarahkan wawancara secara terstruktur, sehingga komunikasi terkesan kurang berbobot. Jika Anda menyadari hal itu, maka cobalah untuk mengusulkan pada calon direktur Anda supaya wawancara lebih terarah. Satu catatan, Anda jangan bersikap arogan atau sok tahu saat mengusulkan, melainkan tetaplah bersikap normal. Anda bisa mengatakan'"Maaf Pak, menurut saya pembicaraan kita telah di luar koridor tes wawancara". Jika Anda mengatakan demikian, tetapi calon direktur Anda merasa hal itu benar, maka Anda jangan membantah. Berusahalah untuk tetap tenang, ingat bahwa Anda adalah pelamar di mana posisi Anda lemah. Jangan jadikan diri Anda sebagai orang yang mendominasi pembicaraan.

-----

---Demikian sedikit sharing dari saya mengenai apa-apa yang terjadi dalam proses wawancara kerja. Semoga artikel ini bisa membantu teman-teman semua dalam mengahadapi tes wawancara kerja. Sekali lagi, semoga bermanfaat dan jangan lupa share ya!---


def+

0 Response to "Proses Interview / Wawancara Kerja (Plus Tips dalam Menjalani Wawancara Kerja)"

Post a Comment