Hakekat Hukum Internasional (Sebuah Pengantar)



       Hukum, kata yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Setiap hari jika kita melihat berita baik lewat media cetak, televisi, dan lewat alat komunikasi kita masing-masing yang sudah mampu untuk mengoperasikan internet. Tentu kita sudah mengenal apa yang dinamakan hukum pidana, hukum perdata, hukum acara pidana, hukum acara perdata, itulah sekian banyak dari produk hukum yang ada di negara kita. Namun bagaimanakah dengan Hukum Internasional? Bahwa di dalam dunia internasional pun mengenal apa yang dinamakan hukum internasional. Dalam tulisan saya kali ini saya akan membahas mengenai hukum internasional. Berbagi pengalaman saya sewaktu menimba ilmu dan tambahan dari beberapa literatur. Namun dalam tulisan saya kali ini akan saya bagi menjadi beberapa bagian. Agar tidak terlalu memenuhi blok :D. nah, mari kita mulai….

Relevansi Hukum Internasional

       Setiap hari kita dihadapkan pada peristiwa dan atau berita yang sangat relevan dengan apa yang disebut sebagai Hukum Internasional. Resolusi PBB tentang pembentukan dan pengiriman Pasukan Pemelihara Perdamaian (Peace Keeping Force) ke suatu wilayah dunia, tuntutan oleh sekelompok orang yang bermuara pada pembentukan sebuah Negara merdeka seperti halnya di Timor Timur (Timor Leste); konferensi internasional tentang perlindungan lingkungan; putaran perundingan perdagangan antar Negara dalam kerangka Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organisation) di Hongkong; konferensi internasional untuk membentuk Badan Peradilan Pidana Internasional (International Criminal Court); sengketa antara Indonesia dengan Malaysia mengenai pulau-pulau Sipadan dan Ligitan; tertangkapnya salah satu pemimpin militer Serbia Jenderal Ratko Mladic dan tuntutan untuk mengadili pemimpin militer itu di Den Haag, Belanda, hanya merupakan sebagian contoh bagaimana dalam kehidupan sehari-hari kita dihadapkan pada fenomena-fenomena yang berkaitan dengan hukum internasional. Oleh karena itu permasalahan yang terkait dengan hukum internasional merupakan hal yang sangat relevan dan sangat dekat dengan kehidupan kita.

Pengertian Hukum Internasional

    Hukum internasional dapat didefinisikan sebagai perangkat ketentuan hukum yang berlaku bagi tiap negara-negara dan mengatur hubungannya antara negara-negara tersebut. Hukum internasional itu terutama mengatur hubungan antar negara, tetapi negara bukan satu-satunya subyek hukum internasional. Subyek hukum internasional bisa mencakup seperti organisasi internasional dan individu, bahkan dalam batasan-batasan tertentu juga merupakan subyek atas hak dan kewajiban yang dilembagakan oleh ketentuan-ketentuan dalam sistem hukum internasional.
      Hukum internasional merupakan seperangkat peraturan/ketentuan hukum yang berlakunya dipertahankan oleh masyarakat internasional. Hukum internasional merupakan suatu sistem hukum tersendiri yakni seperangkat ketentuan hukum yang berlaku di dalam masyarakat internasional dan dengan kesepakatan bersama (common consent) ketentuan hukum itu dipertahankan oleh “external power” dari masyarakat internasional itu.
    Lalu apa tujuan hukum internasional itu? Hukum internasional tidak lain bertujuan untuk menciptakan ketertiban dan keadilan dalam masyarakat internasional. Hukum internasional menciptakan kerangka dan pola hubungan internasional yang disepakati oleh masyarakat intenasional dengan mengakomodasikan kepentingan-kepentingan dari anggota masyarakat internasional. Hukum internasional juga menyediakan sarana penyelesaian jika terjadi konflik kepentingan di antara anggota masyarakat internasional. Dengan demikian pada dasarnya hukum internasional dimaksudkan untuk menciptakan harmoni dalam lingkungan masyarakat internasional.
     Karena hukum internasional itu berupa seperangkat ketentuan hukum, maka hukum internasional adalah suatu sistem hukum dan dengan demikian tidak dapat dikatakan bahwa hukum internasional itu hanya sebagai moral (internasional) saja sebagaimana diungkapkan John Austin (1790-1859), seorang pakar hukum Inggris. Moral bukanlah hukum. Moral merupakan kumpulan yang mengatur tingkah laku manusia yang timbul dari kesadaran orang itu sendiri dan berlakunya dipertahankan oleh “internal power” dari manusia itu sendiri, yakni hati nurani dan kesadaran manusia itu sendiri. Sementara hukum itu dipertahankan dan berlakunya dipaksakan oleh “external power” yakni suatu otoritas yang ada di dalam masyarakat. Sebagai penganut aliran positivisme Austin beranggapan bahwa hukum internasional berdasarkan moral saja karena didasari oleh pendapatnya tentang hukum. Austin mengartikan hukum sebagai sekumpulan ketentuan yang mengatur tingkah laku manusia dan ditetapkan oleh badan yang berwenang dan dipaksakan berlakunya oleh otoritas politik yang berdaulat.

Perbedaan Hukum Internasional Publik dan Hukum-hukum Internasional Keperdataan

      Dalam tulisan ini apa yang dimaksud dengan hukum internasional menunjuk pada “Hukum Internasional Publik”, yakni seperangkat ketentuan hukum yang mengatur hubungan antar Negara dan subyek-subyek hukum internasional yang lain.
    Sementara hukum keperdataan internasional merupakan seperangkat ketentuan hukum yang mengatur tentang atau berkaitan dengan hubungan-hubungan yang timbul antar individu yang di dalamnya terdapat unsur perbedaan tentang sistem hukum nasional yang berlaku bagi masing-masing individu yang bersangkutan. Hukum perdata internasional merupakan seperangkat ketentuan hukum yang menyelesaikan masalah antar individu-individu yang pada saat yang sama tunduk pada yurisdiksi dua Negara atau lebih yang berbeda. 
     Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hukum internasional publik timbul dan berlaku dalam konteks hubungan antar Negara, sementara hukum internasional perdata timbul dan mengatur hubungan antar individu-individu yang masing-masing tunduk pada sistem hukum nasional yang berlainan.

Sejarah Perkembangan Hukum Internasional

     Kapankah hukum internasional ada? Dimulai dengan ungkatan bahasa latin “Ubi Societas Ibi Ius”. Hukum lahir karena ada masyarakat. Hukum internasional ada karena ada masyarakat yang membutuhkannya dalam rangka untuk menciptakan pola hubungan para pihak serta untuk menyelesaikan konflik di dalam masyarakat internasional.
   Masyarakat internasional telah lama mengenal hukum internasional, namun perkembangan hukum internasional telah berkembang pesat dlam empat abad ini. Dimulai dengan adanya perjanjian Westphalia tahun 1648. Sistem hukum internasional itu merupakan produk dari praktik dan kebiasaan hubungan antar Negara di Eropa sejak waktu itu dan sangat dipengaruhi oleh pendapat para pakar hukum yang ada di Eropa pada sat itu seperti Vitoria, Gentilli, Hugo de Groote, John Selden dan lain-lain.
       Pada abad 20 dan 21 ini kita mulai menyaksikan perkenbangan yang pesat dan rumit dari sistem hukum internasional. Perkembangan hukum internasional tersebut merupakan akibat logis dari dan sejalan dengan perkembangan perabadan umat manusia. Hal ini juga didukung oleh perkembangan teknologi yang pada kenyataanya telah dapat dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai kendala yang berkaitan dengan faktor jarak, waktu dan komunikasi intelektual. Konsekuensinya ketentuan-ketentuan hukum internasional baru harus dirumuskan dan disepakati untuk mengantisipasi perkembangan-perkembangan yang baru muncul dalam masyarakat internasional.

Pembedaan Ketentuan Hukum Internasional

       Pada umumnya kententuan-ketentuan hukum internasional dapat dibedakan antara ketentuan-ketentuan hukum internasional universal dan ketentuan hukum internasional regional. Pembedaan ke dalam dua kategori ini didasarkan pada lingkup/wilayah berlakunya masing-masing ketentuan hukum internasional tersebut. Ketentuan hukum internasional universal ialah ketentuan-ketentuan hukum internasional yang berlaku dan dipertahankan oleh masyarakat seluruh internasional. Dengan kata lain hukum internasional ketentuannya tidak terbatas pada dan atau di wilayah tertentu saja. Contoh dari ketentuan hukum internasional universal ini misalnya hukum kebiasaan perang.
       Sedangkan ketentuan hukum internasional regional adalah ketentuan-ketentuan hukum internasional yang dipertahankan hanya oleh masyarakat-masyarakat tertentu dan di wilayah tertentu. Contoh ketentuan hukum internasional regional ini misalnya adalah ketentuan tentang hukum suaka diplomatik di Negara-negara Amerika Latin. 

Community Law

       Dewasa ini kita mengenal suatu Organisasi Internasional di antara Negara-negara Eropa yang disebut dengan Uni Eropa, sebelumnya disebut dengan masyarakat ekonomi Eropa atau Europan Economic Community;EEC. Diantara Negara-negara anggota Uni Eropa ini berlaku ketentuan hukum internasional regional yang disebut dengan Ketentuan hukum internasional yang berlaku di antara Negara-negara anggota Uni Eropa ini disebut Community Law. Ketentuan hukum Community Law ini dapat langsung berlaku dalam sistem hukum nasional di Negara-negara anggota Uni Eropa. Badan peradilan nasional Negara-negara anggota Uni Eropa harus mengutamakan ketentuan hukum Community Law daripada ketentuan hukum nasional Negara bersangkutan. Namun demikian, jika diperlukan lembaga-lembaga yang ada dalam Uni Eropa termasuk badan peradilannya harus mengakui berlakunya ketentuan-ketentuan hukum internasional universal.

Sumber : Pengantar Hukum Internasional (diterbitkan Bagian Hukum Internasional Fakultas Hukum UGM, 2011)

0 Response to "Hakekat Hukum Internasional (Sebuah Pengantar)"

Post a Comment