Mengenal Negara Kesatuan di Indonesia

Bentuk Negara


bentuk-negara-kesatuan-di-indonesia


Bentuk negara yang diketahui khalayak umum selama ini ada 2 yaitu Negara kesatuan dan Negara Federal. Negara Kesatuan yaitu negara yang didalamnya tidak ada negara, hanya terdapat satu pemerintahan negara yaitu pemerintahan pusat. Sedangkan negara federal adalah negara dimana di dalamnya terdiri dari negara-negara bagian. Atau bisa dikatakan negara federal adalah negara yang didirikan oleh negara-negara yang masing-masing berdiri sendiri dan berdaulat.

Menurut Undang-Undang Dasar 1945 yang terdapat di dalam pasal dan ayat-ayatnya, negara Indonesia adalah negara kesatuan berbentuk Republik yang dipimpin oleh Kepala Negara/Presiden yang dipilih, tidak berdasarkan turun temurun. Namun, pada masa Orde Baru runtuh (21 Mei 1998) pernah muncul isu negara federal di Indonesia. Hal ini terjadi karena adanya perlakuan yang tidak adil pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah selama masa Orde Baru berlaku. Oleh karena itu ketika masa Orde Baru berakhir, muncul ide atau gagasan untuk membentuk sebuah negara federal.

Kemudian di dalam tubuh masyarakat ada yang setuju dengan adanya negara federal dengan alasan negara Indonesia yang secara geografis merupakan negara kepulauan, luas dan penduduknya yang banyak, tidak tepat jika dibentuk sebagai sebuah negara kesatuan. Namun sebaliknya, masyarakat yang tidak setuju adanya negara federal ini, berpendapat bahwa seharusnya negara kesatuan tidak perlu diubah menjadi negara federal, cukup dengan adanya otonomi daerah yang seluas-luasnya sesuai dengan UU No. 22 Tahun 1999. Justru mereka takut jika Indonesia akan bernasib hancur dengan seperti Yugoslavia.

Berdasakan keterangan di atas isu negara federal ini muncul dikarenakan :
  1. Perlakuan sentralistik oleh pemerintah pusat/daerah diatur oleh pusat. Tidak bisa menentukan kebijakannya sendiri.
  2. Demokrasi dimatikan di daerah dan digantikan leh otoriterisme dengan menjadikan kepala daerah sebagai alat pemerintahan pusat.
  3. Kekayaan daerah yang disedot ke pusat. Daerah seperti Aceh hanya ½ % yang ditinggal di daerah, Kalimantan Timur 1% yang ditinggal didaerah, Papua 6% yang ditinggal di daerah, selebihnya diambil oleh pemerintah pusat.


Bentuk Negara Dalam Perdebatan Para Pendiri Negara

Para pendiri negara mempunyai gagasan akan mendirikan sebuah negara yang utuh dan merdeka, bukan beberapa negara (ada negara bagian di dalam negara/federal). Hingga Indonesia pernah mengalami menggunakan Konstitusi RIS karena bentuk negara saat itu adalah negara RIS (Republik Indonesia Serikat). Namun RIS itu sendiri gagal karena itu bukan cita-cita dari para pendiri negara, namun karena itu merupakan bikinan Belanda, hingga akhirnya kembali ke negara kesatuan. Negara kesatuan dibentuk pada saat negara menyatakan kemerdekaannya, baru nanti wilayah itu diatur oleh negara yang merdeka sebagai bagiannya.

Tantangan diintegrasi bangsa Indonesia

Munculnya pemberontakan terhadap pemerintahan yang sah, untuk digantikan dengan pemerintahan baru atau memisahkan diri dari induknya, disebut gerakan separatisme. Gerakan separatisme sendiri merupakan tindakan seseorang atau kelompok orang yang ingin memisahkan diri dari kelompok besarnya dengan tujuan berdiri sendiri sebagai sebuah negara merdeka. Ada beberapa kasus yang pernah terjadi gerakan separatisme hingga menyebabkan negara lepas dari induknya dan berdiri negara mandiri, yaitu :
  1. 1905 : Skotlandia – Norwegia
  2. 1922 : Inggris – Islandia
  3. 1923 : Oman – Turki
  4. 1948 : Korea Selatan Korea Utara
  5. 1949 : Jerman Barat – Jerman Timur
  6. 1965 : Singapura – Malaysia
  7. 1971 : Pakistan – Bangladesh
  8. 1990 : Uni Soviet – Yugoslavia
  9. 1999 : Indonesia – Timor Timur

Munculnya distergrasi bangsa ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :
  1. Sejarah integrasi (pemaksaan, terpaksa, sukarela)
  2. Bentuk negara sebelumnya
  3. Kekuatan eksternal (mendorong, mencegah)
Di Indonesia sendiri tidak ada alternatif untuk memisahkan diri, kecuali ingin mengatur daerahnya sendiri/otonomi daerah. Sebenanya tuntutan untuk membentuk sebuah negara federal itu menurut Adnan Buyung Nasution adalah hanya karena adanya sentralisme kekuasaan sehingga negara kesatuan berubah menjadi negara persatuan dan kesatuan sehingga kebhinekaan daerah tidak diakui adanya.

Sedangkan menurut Harun Ar-Rasyid tuntutan federalisme itu ada karena adanya ketidakadilan dalam pengelolaan kekayaan daerah. Dan menurut Sri Soemanti, tuntutan federalisme akan menimbulkan kesenjangan antar daerah dan menjadi cerai berai wilayah Indonesia.

Sebagai penutup solusi dari adanya isu negara federal adalah dengan (1) memberikan otonomi yang seluas-luasnya yaitu mengatur daerah sesuai kondisi daerah, (2) mengatur urusan pusat dan keuangan pusat dengan daerah, (3) Indonesia tidak perlu menjadi negara federal, cukup ada pembagian yang jelas antara pusat dan daerah. Demikian artikel saya kali ini, semoga bermanfaat dan jangan lupa share ya…


deffendy+
loading...
.

2 Responses to "Mengenal Negara Kesatuan di Indonesia"

  1. Great !!! i really really like your article its so very cool,,,Wonder when some slag will come out and say that MS employees play for Phil to increase the numbers and that he never actually plays himself.
    togel online

    film semi

    http://newpoin4d.blogspot.com/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih yang amat dalam kami ucapkan kepada MBAH SELONG yang
      telah memberikan kebahagian bagi keluarga kami…berkat Beliau saya
      sekarang udah hidup tenang karena orang tuaku udah buka usaha dan
      punya modal untuk buka bengkel skrang pun orang tuaku tidak di
      kejar-kejar hutang lagi…dan keluarga Kami di berikan Angka
      Ritual/Goib Dari mbah yg sangat Jitu 100%dijamin
      tembus…hingga keluarga kami sekarang merasa tenang
      lagi…terima kasih mbah…Jika Anda ada yg merasa kesulitan
      masalah Nomer ToGEL silahkan hbg Aja MBAH SELONG
      dinmr hp beliau (081-322-565-355) ATAU KLIK SITUS KAMI
      dan saya sudah membuktikan 3kali berturut2 tembus terimah kasih

      Delete