SUMBER HUKUM INTERNASIONAL


Pengertian Sumber Hukum Internasional
     Sumber hukum internasional dapat diberi makna sebagai suatu konsep tentang apa dan mengapa suatu  norma, ketentuan atau prinsip yang harus diterapkan atau digunakan untuk memecahkan masalah-masalah dalam hukum internasional. Dengan demikian, sumber hukum internasional dapat dimaknai sebagai suatu pengertian tentang dasar kekuatan mengikatnya hukum internasional; metoda tentang penciptaaan hukum internasional dan atau tempat diketemukannya hukum internasional. Dengan merujuk kepada pengertian terakhir ini maka dapat dikatakan bahwa sumber hukum internasional merujuk kepada bahan aktual atau tempat yang dapat digunakan untuk menetapkan ketentuan hukum internasional yang dapat diterapkan terhadap permasalahan hukum yang konkrit yang sedang dihadapi.
    Seperti halnya dalam suatu sistem yang lain, ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam sistem hukum internasional berasal dari berbagai sumber. Masing-masing ketentuan hukum yang berasal dari berbagai sumber itu memiliki konsekuensi yang berbeda-beda dalam penafsiran dan penerapannya oleh peradilan internasional atau peradilan internasional. Sebagai contoh misalnya kententuan-ketentuan hukum internasional yang berasal dari prinsip-prinsip umum hukum (General Principles of Law) sering ditafsirkan secara lebih fleksibel daripada ketentuan hukum internasional yang berasal dari perjanjian internasional bilateral.

Pembedaan Pengertian Sumber Hukum Formal dan Material

  1. Sumber Hukum Formal, Sumber hukum formal diberi makna sebagai suatu proses atau metoda yang menjadikan suatu ketentuan hukum maka dapat dikatakan sebagai sumber hukum. Dalam hal ini sumber hukum itu diberi makna sebagai proses formalisasi yang menjadikan suatu ketentuan atau norma itu dapat berlaku umum. Dalam sistem hukum nasional pengertian tentang sumber hukum formal ini menunjuk kepada mekanisme konstitusional tentang proses pembentukan ketentuan hukum dan status dari masing-masing ketentuan hukum itu. Dalam hukum internasional pada umumnya sumber hukum formal itu dapat menunjuk kepada Perjanjian Internasional (International Treaty) dan Hukum Internasional Kebiasaan (International Customary Law). Kedudukan dan fungsi perjanjian internasional sebagai sumber hukum internasional sangat ditentukan oleh sifat atau karakter dari perjanjian-perjanjian yang bersangkutan.
  2. Sumber Hukum Material, Sumber hukum material adalah faktor yang menentukan isi suatu ketentuan hukum dapat diakui sebagai norma hukum yang berlaku. Sumber hukum material itu adalah prinsip yang mendasari atau merupakan isi dari ketentuan hukum yang berlaku. Dengan demikian sumber hukum material dalam hukum internasional adalah prinsip-prinsip yang menentukan isi ketentuan hukum internasional yang berlaku, yang kemudian prinsip-prinsip ini telah diterima secara umum sebagai suatu ketentuan yang berlaku dalam masyarakat internasional.


Referensi Tentang Sumber Hukum Internasional

Dimanakah kita bisa menemukan referensi tentang sumber hukum internasional dewasa ini? Dalam konteks hukum internasional modern, khusunya setelah berdirinya organisasi internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa, maka referensi tentang sumber hukum internasiona selalu merujuk kepada ketentuan-ketentuan yang ada di dalam Statuta Mahkamah Internasional Tahun 1945 (Statute of the International Court of Justice 1945). Berkaitan dengan sumber hukum internasional, Pasal 38 Statuta Mahkamah Internasional menyebutkan sebagai berikut dalam artikel ;
a.   The Court whose function is to decide in accordance with international law such disputes as are submitted to it, shall apply :
  1. International conventions, whether general or particular, establishing rules xpressly recognized by the contesting states;
  2. International custom, as evidence of a general practice accepted as law
  3. The general principles of law recognized by civilized nations;
  4. Subject to the provisions of Article 59, judicial decisions and the teachings of the most highly qualified publicists of the various nations, as subsidiary means for the determination of rules of law
b.  This provision shall not prejudice the power of the Court to decide a case ex aequo   et bono, if the parties agree thereto.
      Dari rumusan yang ada dalam Pasal 38 Statuta Mahkamah Internasional tersebut berarti bahwa di dalam mengadili sengketa internasional yang diajukan kepadanya Mahkamah Internasional akan membuat keputusan berdasarkan terutama kepada dan atau menerapkan ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
  1. Perjanjian Internasional, baik yang bersifat umum maupun khusus yang berisi ketentuan-ketentuan yang mengikat Negara yang bersengketa;
  2. Kebiasaan Internasional yang merupakan bukti dari praktek umum yang telah diakui sebagai hukum; prinsip-prinsip umum hukum yang diakui oleh bangsa-bangsa beradab. Dengan mempertimbangan ketentuan Pasal 59, keputusan lembaga peradilan dan pendapat para pukur dari berbagai bangsa yang akan digunakan sebagai bahan pendukung untuk menetapkan ketentuan hukum.

Namun demikian, tidak menutup kemungkinan Mahkamah Internasional dapat juga mengambil keputusan atas sengketa yang diajukan kepadanya berdasarkan keadilan dan kepantasan (ex aequo et bono) jika para pihak yang bersengketa menyetujui.

Daftar Pustaka

Pengantar Hukum Internasional (diterbitkan Bagian Hukum Internasional Fakultas Hukum UGM)

loading...
.

0 Response to "SUMBER HUKUM INTERNASIONAL"

Post a Comment